JAKARTA (Kuningan) – Dengan diperpanjangnya PPKM, beberapa sektor begitu merasakan langsung dampak tersebut. Salah satu yang begitu merasakan dampaknya adalah merekea yang bekerja di dunia hiburan, yakni pelaku seni. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co
Kebijakan pemerintah yang mengharuskan untuk menghindari kerumunan, bertolak belakang dengan aksi panggung. Berbagai cara pun dilakukan untuk tetap bertahan hidup di masa pandemi Covid-19 terutama saat PPKM berlangsung.
Untuk menyambung hidup para pelaku seni yang tergabung dalam Komunitas Seni Kuningan (KSK) menjajakan alat bermusik mereka di pinggir jalan oleced, Ciawi, dengan menggunakan mobil kolt, pada Sabtu (7/8/2021).
“Kami tak akan menyerah, dengan terpaksa kami menjual peralatan yang kami punya karena kenaikan PPKM ke level 4 ini sulit bagi kami untuk bisa mencari nafkah. Aturan pemerintah pada level 3 kemarin saja kami tidak bisa manggung karena aturan dari pusat, apalagi sekarang naik level,” ujar Tatang Koswara, Ketua KSK.
Selain di Oleced para pelaku seni ini menjajakan dagangannya dan berhenti di beberapa titik untuk melelang alat-alatnya.
“Imi bukanlah bentuk aksi protes pada pemerintah, tapi justru memaklumi dan mendukung pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19, dengan menjual alat yang ada bisa memberi makan keluarga,” terangnya.
Selain untuk makan sehari-hari, beberapa rekan seniman di KSK yang juga menggelar alatnya untuk membayar cicilan, membayar hutang, termasuk untuk listrik, air, dan kebutuhan lainnya. Bahkan Tatang sendiri mengaku dirinya saat ini sedang dikejar-kejar debt kolektor karena ia harus menunggak cicilan.
“Biarpun PPKM, cicilan tetap ditagih, tidak ada penundaan. Bahkan saya sendiri saat ini sedang di kejar-kejar oleh external. Makanya inilah upaya yang harus kami lakukan,” jelas Atang. Dien










