ujar Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kabupaten Bekasi, Syahwono Adjie. (agus)
JAKARTA – Bekasi Jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Bekasi saat ini belum terdata dengan valid dan data yang ada di Kementerian Koperasi dan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bekasi, tidak sama. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.
“Untuk itu kita akan lakukan pendataan ulang,” ujar Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kabupaten Bekasi, Syahwono Adjie, dalam bincang-bincang denganmimbar-rakyat.com, Selasa (10/11).
Wono, panggilan akrabnya, jumlah koperasi di Kabupaten Bekasi ada sekitar 1.000 namun dari sejumlah itu, belum diketahui berapa yang aktif dan berapa yang tidak aktif.
Setelah melakukan pendataan, lanjut mantan Lurah Kebalen itu, barulah akan diketahui mana koperasi yang aktif dan mana yang tidak.
“Koperasi yang tidak aktif kita cari akar masalahnya, mengapa tidak aktif. Selagi kita bisa bina tentunya akan kita bina,” ujarnya.
Koperasi, sebagai soko guru perekonomian, diharapkan Wono bisa terus berkembang aktifitas atau kegiatannya di Kabupaten Bekasi.
Koperasi, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah dalam hal lapangan kerja. Artinya, koperasi yang sehat dan kegiatannya berjalan baik, ada tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.
” Pelan-pelan akan kita benahi. Saya juga kan baru beberapa hari menjadi Kabid Koperasi,” kata Wono. (agus / arl )










