oleh

Kontroversi Toilet Sekolah Seharga 200 Juta

Pembangunan Toilet SD Hampir Rp200 Juta. (agus)

JAKARTA – (Cikarang Pusat) Ramai atau viralnya berita pembangunan toilet senilai Rp200 juta di ratusan SD di Kabupaten Bekasi membuat Kepala Dinas Pendidikan ( Disdik) H. Carwinda angkat bicara. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

“Dinas pendidikan ataupun pihak sekolah tidak pernah mengusulkan pembangunan WC di  sekolah-sekolah,” ujar H. Carwinda kepada mimbar-rakyat, Jumat.

Carwinda mengatakan, meskipun pembangunan fisik bangunan ada pada Dinas Cipta Karya, namun selama ini Dinas Pendidikan tidak pernah diajak berkoordinasi.

BACA JUGA:  Barang bukti pidana dimusnahkan

Carwinda mencontohkan terkait pembangunan gedung sekolah atau ruang kelas baru, tidak ada koordinasi pihak Dinas Pekerjaan Umum atau yang sekarang berganti nama menjadi Dinas Cipta Karya, kepada Dinas Pendidikan.

“Padahal Dinas Pendidikan-lah yang lebih mengetahui mana sekolah yang prioritas pembangunannya mana yang bisa ditunda,” tegasnya.

Dengan keterbatasan anggaran, lanjut Carwinda, memang tidak semua usulan perbaikan atau pembangunan Ruang Kelas Baru disetujui. Ada skala prioritas, mana yang harus didahulukan.

BACA JUGA:  Polisi Panggil Rizieq

“Nah skala prioritas itu Dinas Pendidikan yang tahu, bukan Dinas Pekerjaan Umum atau Cipta Karya,” tukasnya.

Makanya, lanjut Carwinda, ada sekolah yang seharusnya lebih prioritas tapi pembangunannya malah ditunda.

Terkait dengan pembangunan WC di ratusan sekolah yang biaya satu unitnya Rp 196,8 juta lebih , Carwinda mengatakan, selama ini tidak ada usulan, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari sekolah-sekolah.

BACA JUGA:  Penyuluhan Hukum Kejari Cikarang

Sementara itu bangunan WC  senilai Rp196,8 juta itu, salah satunya ada di SD Negeri Mangunjaya 04, Tambun Selatan.

“Mahal itu, tidak masuk akal untuk pembangunan WC,” begitu ucap Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada wartawan.

Uchok menilai ada indikasi korupsi dalam bentuk mark up atau penggelembungan harga di penganggaran proyek WC, sehingga hampir menyentuh Rp 200 juta.  (agus / arl)

News Feed