oleh

BPBD Kuningan Waspadai Curah Hujan Tinggi

JAKARTA (Kuningan) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, melakukan pemetaan ulang bencana pergerakan tanah di Kabupaten Kuningan. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co

“Kami sedang mapping ulang kondisi terkini bencana pergerakan tanah, karena ada kejadian susulan permukaan tanah yang turun sedalam 20 cm, Kamis (13/1/2021) lalu, yang sebelumnya turun 30 cm, ” ujar Indra Bayu Permana, Kepala BPBD Kuningan, Jum’at (14/1/2021).

Baca Juga  Dekranas Buka Peluang Kerja Sama Jembatani UMKM Promosikan Kerajinan Nasional Lewat Platform Digital

Dikatakan Indra, bencana pergerakan tanah di Desa Cilayung sudah terjadi sejak tahun 2021.
“Ini berarti kejadian susulan, total penurunannya permukaan tanahnya telah mencapai 50 cm, ” sambungnya.

Menurutnya patut diwaspadai curah hujan yang tingginya mencapai 20-70 persen. Maka dari itu pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Cilayung, SD Cilayung dan masyarakat menutup sementara retakan tanah, dan memasang alat pantau manual di setiap sisi retakan.

Baca Juga  Swab Antigen Gratis Brimob untuk Pemudik Arus Balik

“Dengan alat pantau ini, bisa dilihat apakah ada penambahan pergeseran tanah setiap harinya, ” ujarnya.

Tak hanya itu bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) pihaknya memantau perkembangan pergeseran tanah tersebut. (Dien)

News Feed