oleh

Tetap Waspada, Satu Rumah Warga Desa Panyosogan Terbakar Akibat Lampu Kamar Pecah

KUNINGAN – Salah satu rumah milik warga di Dusun Satu, Desa Panyosogan Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan dilahap jago merah diduga kebakaran berasal dari konsleting listrik, lampu kamar yang terbakar. Rabu, (17/2/2021).

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, Aah (46), menuturkan, sekitar pukul 10.00 WIB, ia melihat kepulan asap hitam dari kamar depan rumah korban.

“Kepulan asap itu makin lama makin membesar, dan melihat api merambat ke bangunan atap plafon rumah, kemudian saya memberitahukan kejadian itu dan meminta bantuan warga  sekitar,”ujarnya. Dilansir mimbar-rakyat.com – grup siberindo.co.

Baca Juga  Menparekraf Serap Aspirasi Pokdarwis di Sumbar

Melihat kejadian tersebut, kata Aah, warga bergotong royong dan menggunakan peralatan seadanya, berusaha untuk memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah.

“Karena api sangat besar dan  khawatir api akan merambat ke bangunan lainnya, karena lokasi berada di pemukiman padat penduduk,” paparnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh Khadafi Mufti mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari Kanit Intel Polsek Luragung AIPTU Panji Lukita, 20 setelah kebakaran.

Baca Juga  Ditunjuk, Sekretaris Dinas Menjadi PLT Kepala Dinas

“Atas laporan tersebut sekitar pukul 10.35 WIB, 6 anggota damkar dan 1 unit kendaraan dinas menuju Tkp, dan saat tiba di lokasi kebakaran, api masih menyala, dan masih menyisakan bara api diatap plapon rumah serta sulit dijangkau oleh peralatan manual, bersama warga setempat,” papar Khadafi.

Atas bantuan petugas TNI, dan Kepolisian setempat, api berhasil dijinakan setelah 45 menit kemudian.

“Diduga berasal dari konsleting listrik lampu dikamar depan meledak atau pecah, dan pecahan bola lampu mengenai kasur dan barang-barang lainnya didalam kamar, sehingga terjadi kebakaran, total kerugian akibat kebakaran ditaksir sebesar Rp 35 juta.” ujarnya.

Baca Juga  Cihanjaro Masih Kemarau

Khadafi  berpesan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang diakibatkan dari pembakaran area pendek listrik dan meminta agar pemerintah desa setempat menyediakan sistem proteksi aktif di lingkungan pemukiman masing-masing, seperti apar, tandon air, hydran dll, untuk perlindungan warga masyarakat dari ancaman bahaya kebakaran.  (*/cr3)

News Feed