Keterangan foto – Petugas pemisah sampah dan Walikota lagi memisahkan sampah organik dan unorganik pada Hari Bersih_Bersih Dunia, Sabtu. (al)
JAKARTA – Hari bersih-bersih se-dunia (World Clean-up Day) yang diperingati di ratusan negara, diadakan juga di Tebing Tinggi dan Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan menyelinginya dengan menyerahkan kembang kepada masyarakat.
“Bunga-bunga ini pertanda terima kasih saya kepada masyarakat yang ikut acara bersih-bersih ini. Ini juga sebagai symbol keindahan lingkungan,” kata Umar Zunaidi.
Kota Tebing Tinggi memperingati hari bersih-bersih sedunia WCD dipusatkan di Kompleks Perumahan Griya Permai, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, Sabtu.
Walikota mengatakan, sampah bisa bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis, jika bisa memproses atau mendaur- ulangnya.
“Kita harus ikut ambil bahagian dalam kebersihan lingkungan, dan kita wajib aktif menjaga kebersihan lingkungan setiap hari. Mari kita pilah sampah organik atau pun non-organik. Sampah bukan lagi menjadi beban, sampah memiliki nilai ekonomis jika dikemas dan diolah dengan baik dan menjadi menambah pendapatan keluarga, Bisa membayar listrik, tagihan air atau lainnya,” jelas Walikota seperti disiarkan mimbar-rakyat.com, media anggota siberindo.co.
WCD adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia dan bertepatan dengan 19 September.
Tujuannya, menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi.
Dari kepustakaan indorelawan.org disebutkan, pada 15 September 2018, WCD yang pertama berhasil dilakukan serentak di 157 negara, menyatukan 18 juta orang dari seluruh dunia, dan mengumpulkan 88.500 ton sampah.
Pada 21 September 2019, WCD kedua berhasil dilakukan serentak di 180 negara, menyatukan 21,2 juta orang dan mengumpulkan 100. 000 ton sampah.
Aksi bersih-bersih pertama pada 2018, Indonesia berhasil menyatukan 7.688.332 relawan dan mengumpulkan 14.877 ton sampah dan pada 2019, Indonesia berhasil menyatukan 9.539.315 relawan dan mengumpulkan 15.383 ton sampah.
Indonesia menorehkan sejarah dengan menjadi negara pemimpin bersih-bersih terbesar di dunia dua tahun berturut-turut.
Terima kasih kepada semua relawan dan stakeholders yang telah berpartisipasi untuk menjaga lingkungan kita bersama. (al/arl)








