oleh

PMI Bekasi Konsentrasi ke Donor Darah dan Trombosit

Dalam wawancaranya kepada M-R, Jumat (20/08) di kantornya, Kosasih mengatakan, permohonan akan plasma Konvalesen telah jauh menurun seiring berkurangnya penderita Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga  Jalan Rusak Arah Pasar Bojong Belum Tersentuh Perbaikan

Pada saat Covid-19 tengah memuncak di kisaran Juni-Juli, terang Kosasih, ada sekitar 200 penderita Covid-19 yang minta Plasma Konvalesen ke PMI Kabupaten Bekasi. jumlah permintaan Plasma Konvalesen.

“Sekarang permintaan Plasma Konvalesen jauh menurun, seiring suksesnya penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” ujar Kosasih.

Saat ini misalnya, PMI stok Plasma Konvalesen ada 18 kantong, sementara permintaan hanya 4.

Baca Juga  Para Penggagas Bendungan Diapresiasi Bupati Kuningan

Biaya untuk pelaksanaan melakukan donor Plasma Konvalesen, lanjut mantan Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Bekasi ini, cukup mahal sekitar Rp 2,5 juta perorang Jadi, pada kondisi pandemi Covid-19 yang sudah melandai, pelaksanaan donor Plasma dihentikan.

Kosasih menilai, program ‘Berani’ (Kabupaten Bekasi Berantas Pandemi) oleh Pemkab Bekasi sukses menurunkan kasus Covid-19.

“Jadi kita sekarang konsentrasi dengan penyelenggaraan donor darah dan trombosit. Ini untuk mengantisipasi pasien DBD,” terang Kosasih.

Baca Juga  Akan Diadakan Rotasi di Kabupaten Bekasi

Sementara itu stok darah di PMI Kabupaten Bekasi saat ini, terang Kosasih, ada 6.000 kantong. Biasanya, pada masa sebelum pandemi Covid-19, mereka yang mendonorkan darahnya rata-rata sekitar 200 orang perhari.

Di masa pandemi, donor darah anjlok karena adanya pembatasan kerumunan dan protokol kesehatan lainnya. (agus)

News Feed