oleh

Kapan Saat Itu Datang, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Foto ilustrasi (File AFP/Arab News)

Kapan Saat Itu Datang?

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

 

Detik-detik terus berlalu

Menit pun terus berputar

Jam dan hari silih berganti

Hanya satu pertanyaan

Kapan saat itu datang?

 

Perjalanan setelah kematian

Beratnya hari perhitungan

Selalu diigatkan oleh ahli agama

Tanda akhir zaman pun telah ada

Baca Juga  Kera Ekor Panjang Gunung Ciremai Serang Balita

Lalu kenapa kita tetap lalai

Menomorduakan urusan agama

 

Ingat, saat itu bisa datang kapan saja

Esok, lusa, atau mugkin bulan depan

Kenapa arus menunda-nunda

Menanti waktu yang tak pasti

Hanya diketahui Allah Azza Wa Jalla

 

Bukalah mata, tajamkan pendengaran

Buka hati, jernihkan pikiran

Timbang pahala dan dosa

Karena kita pasti tahu diri sendiri

Baca Juga  Nelayan Divaksin Di Atas Perahu

Apa yang telah dilakukan

 

Bertaubatlah, minta ampun padaNya

Atas dosa-dosa yang pernah dilakukan

Perbanyaklah ibadah penuhi kewajiban

Berzikir, basahi lidah memujiNya

Semoga Allah membukakan jalan

Jalan lurus menuju sorgaNya

 

Kapan saat itu datang?

Terserah pada ketetapanNya

Tugas kita adalah mensucikan diri

Dengarlah ajakan para ustadz

Penuhi pagilan dan perintah Tuhan

Baca Juga  Que Sera Sera, catatan Hendry Ch Bangun

Jadilah pembuka pintu kebaikan

Jangan ulangi kesalahan dan dosa

Siksa neraka itu amat pedih

 

@22 Mei 2022

News Feed