oleh

Komisi VIII DPR RI dan BNPB Lakukan Kesiapsiagaan di Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Kunjungan Kerja Spesifik ke Kabupaten Majalengka Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berserta Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Sosial, Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengawasan kesiapsiagaan dan penanganan bencana yang ada di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada Rabu (27/1).

Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI H Maman Imanulhaq menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka kali ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bencana alam di Kabupaten Majalengka.

“Selain meninjau lokasi bencana alam pergerakan tanah, kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengantisipasi dan upaya penanganan potensi bencana alam yang ada di Kabupaten Majalengka,” ujar Maman saat kunjungan yang dilakukan di Pendopo Gedung Negara Bupati Majalengka, Rabu (27/1).

Baca Juga  Bukan Jakarta, Jawa Timur Pecahkan Rekor Populasi Unit Motor Terbanyak

Bupati Majalengka DR. H. Karna Sobahi, MMPd juga menjelaskan bahwa Kabupaten Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka telah beberapa kali mendeteksi pergerakan tanah dengan mendatangkan ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung. Hal ini merupakan salah satu antisipasi dari pemerintah terkait potensi pergerakan tanah yang sering terjadi tepatnya di Kecamatan Malausma dan Lemahsugih,” ungkap Karna.

Baca Juga  Saling Tuding Soal Kerumunan Taman Kota

Direktur Mitigasi Bencana BNPB Johny Sumbung turut menjelaskan upaya mitigasi vegetatif yang dapat dilakukan pada daerah yang berpotensi longor.

“Berdasarkan kajian risiko InaRisk, Kabupaten Majalengka memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap bencana longsor, tentunya diperlukan upaya mitigasi vegetatif dengan menanam tanaman-tanaman keras seperti sukun, aren, nangka, alpukat sebagai penyangga lereng yang berpotensi longsor,” jelas Johny.

“Tidak kalah penting untuk melakukan perawatan alat deteksi longsor yang sudah ada, melakukan simulasi secara rutin dan memberi pelatihan kepada relawan lokal untuk menumbuhkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana longsor yang ada disekitar mereka,” lanjut Johny yang didampingi Ahli Madya Penyuluh Sosial Iwan Subiyantoro.

Baca Juga  Pascagempa M6,2 Jaringan Listrik Berangsur Pulih

Pada kesempatan tersebut, DPR RI menyerahkan bantuan sosial untuk penanganan bencana alam di Kabupaten Majalengka serta meninjau langsung lokasi bencana gerakan tanah di Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka.

Kunjungan kerja tersebut turut disambut oleh Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiana, Sekda Drs. H. Eman Suherman, MM, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka dan Kasatpol PP.(*/cr5)

Sumber : bnpb.go.id

News Feed