oleh

Warga Lereng Semeru Mengungsi

Kegiatan Gunung Semeru meningkat.

JAKARTA – (Lumajang)  Aktivitas Gunung Semeru meningkat sehingga warga di sekitar lereng gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengungsi untuk menghindari guguran lava pijar dari gunung api tersebut. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

Lava pijar dari kawah Jonggring Saloko meluncur hingga sejauh 3.000 meter ke arah Besuk Kobokan sehingga petugas keamanan meminita penduduk mengungsi.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama rombongan pejabat pemerintah, Selasa, menuju ke lokasi pengungsian di lereng Gunung Semeru untuk memantau kondisi warga yang mengungsi.

Baca Juga  11 Karyawan Terpapar Covid 19

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, mengatakan, seperti dilansir antaranews, sebagian warga mengungsi di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur.

“Beberapa pengungsian sempat tersebar di beberapa lokasi, namun pagi ini kami akan fokuskan di satu tempat untuk memudahkan penanganan,” katanya.

BPBD, menurut dia, mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, untuk menampung warga yang permukimannya terdampak guguran lava pijar Gunung Semeru.

Baca Juga  PWI Pusat Apresiasi Menparekraf

“Untuk jumlah pastinya kami masih melakukan asesmen di lapangan, keselamatan warga prioritas utama,” katanya ketika ditanya mengenai jumlah warga yang sudah mengungsi.

Ia mengungkapkan, lava pijar dari kawah Jonggring Saloko meluncur sejauh 3.000 meter ke arah Besuk Kobokan dan mereka meminta warga mengikuti arahan petugas BPBD saat mengungsi.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Badan Geologi, Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Provinsi Jawa Timur, mengalami gempa guguran dan beberapa kali guguran awan panas.

Baca Juga  Tim JKW PWI Kunjungi Desa Adat Bena di Timor

Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah / puncak Gunung Semeru dan jarak empat kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.

Warga dan wisatawan juga diminta mewaspadai awan panas guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.  (arl)

News Feed