oleh

Bansos di Cikarang Timur Prioritas ke Warga Perkampungan

Ropi, Camat Cikarang Timur

JAKARTA (Bekasi) – Wilayah pelosok perkampungan boleh dibilang yang cukup banyak warganya yang terdampak Covid-19. Camat Cikarang Timur, Ropi, misalnya menyebutkan, selain karena mereka sebagian besar seperti petani dan pedagang, juga karena pemahaman mereka terhadap virus ini masih rendah. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

” Selain itu masyarakat perkampungan berpenghasilan tidak besar, makan seadanya . Jadi asupan gizi mereka gak terlalu bagus sehingga rentan terhadap penyakit,” ujar Ropi kepada M-R, Kamis.

Baca Juga  Bantuan Tunai Tanpa Potongan Apapaun

Karenanya, tegas Ropi, di tengah pandemi saat ini yang lebih membutuhkan bantuan adalah masyarakat bawah, ” ujarnya.

Ropi memberi contoh, jika ada warga perkampungan yang isolasi mandiri tetangga mereka tak bisa membantu karena kehidupan mereka sama-sama susah. Beda dengan warga perumahan yang ekonominya menengah ke atas, bisa saling membantu jika ada tetangganya yang isolasi mandiri (Isoman)

“Jadi, Bansos Isoman, akan kita dahulukan untuk masyarakat di perkampungan,” terang Ropi.

Baca Juga  Presiden Pastikan Bantuan Bagi Korban Gempa Sulbar

Sementara itu Ropi mengajak berbagai pihak untuk bahu membahu membantu sesama dalam upaya membebaskan wilayah dari pandemi.

Dikatakannya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan berskala Mikro (PPKM) tidak akan berhasil tanpa kerja sama semua pihak, baik itu Ormas, LSM, wartawan, karyawan dan berbagai kalangan lainnya.

“Semuanya harus berpartipasi guna mengakhiri pandemi. Karena menghadapi pandemi bukan hanya tugas pemerintah dan tenaga kesehatan saja. Itu tugas kita semua,” tegasnya.

Ropi pun o sangat mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberikan edukasi kepada sesama di lingkungan mereka tinggal. Serta juga disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Baca Juga  Sandiaga Uno: Pariaman Kaya Potensi Wisata

Sementara itu untuk lokasi Isolasi mandiri, Ropi sedang mengupayakan bangunan negara bisa dipergunakan, semisal bangunan sekolah yang saat ini tidak ada pelajaran tatap muka.

“Alhamdulillah, diwilayah saya, banyak gedung SD berdampingan dengan kantor kepala desa dan Puskesmas. Hal ini akan memudahkan dalam pengawasan dan perawatan terhadap pasien Isoman, ” ujar Ropi. (agus)

News Feed