oleh

Kera Ekor Panjang Gunung Ciremai Serang Balita

Balita diserang kera ekor panjang di di kawasan hutan TN Gunung Ciremai. . (ndien)

Siberindo.co  (Kuningan) – Kawanan kera ekor panjang atau yang memiliki nama latin Macaca Fascicularis, menyerang warga Dusun 1 Kliwon, Desa Randobawagirang, Kecamatan Mandirancan, Kuningan. Seperti dilaporkan mimbarrakyat.com grup siberindo.co

Kasi Pemerintahan Desa Randobawagirang, Imam, mengatakan, kera liar itu  menyerang Balita yang menyebabkan luka gigitan pada jari tangan dan luka cakaran kaki hingga dilarikan ke Puskemas terdekat, akhir minggu lalu.

Baca Juga  Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Massal Selama 2 Hari

“Namun penyerangan kembali terjadi pada hari Kamis (3/11), karena takut terjadi lagi, kami melaporkan kejadian itu ke Petugas Damkar Kuningan biar tidak ada korban lagi sesudah De Gia tergigit,” jelas Imam.

Atas laporan tersebut Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Mh Khadafi Mufti segera melakukan mitigasi penyerangan hewan liar di kawasan hutan TN Gunung Ciremai.

“Ya agar tidak ada lagi korban, Kami segera melakukan mitigasi & pencarian hewan Kera  Ekor Panjang. Berdasarkan hasil pendataan  ada dua faktor yang menyebabkan hewan itu menyerang warga,” ujarnya, Jumat (4/11/2022).

Baca Juga  Ini Empat Calon Ketua PCNU Cianjur

Khadafi mengatakan, berdasarkan keterangan warga pada saat itu sebanyak 10-15 ekor kera ekor liar dengan bobot tubuh besar berkeliaran dekat pemukiman warga.

Pihaknya menduga keterbatasnya rantai makanan menyebabkan hewan liar turun ke rumah warga.

“Kemudian yang kedua karena hewan itu terbiasa memakan makanan dari para pengunjung objek wisata di hutan lindung dimaksud. Agar kera liar itu tidak memasuki area pemukiman warga, saat dilakukan maping mitigasi kera selama beberapa hari,” kata Khadafi.

Baca Juga  12 Pegulat Bekasi Ikut Kualifikasi Porprov Jabar

Setelah melakukan maping dan mitigasi pihaknya tidak menemukan kera ekor panjang yang berada di sekitar pemukiman warga.

“Meskipun kami belum menemukannya, tapi saya berpesan agar masyarakat melakukan pengusiran dengan menimbulkan bunyi – bunyian menggunakan kentongan dan alat lainnya,” tambahnya.  (andien / him)

News Feed