oleh

KBRI Kairo salurkan sembako

KBRI Kairo Salurkan 3.000 Bantuan Bahan Pokok untuk WNI di Mesir. (kbri kairo)

JAKARTA – (Kairo) KBRI Kairo menyalurkan 3.000 paket bantuan bahan makanan pokok kepada WNI yang membutuhkan di Mesir. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

Paket bantuan logistik itu disalurkan khusus kepada mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Kairo dan masuk dalam kategori membutuhkan karena terdampak pandemi Covid-19.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui 16 organisasi kekeluargaan nusantara bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Baca Juga  Penerapan Ganjil Genap di Bogor Diteruskan

  KUAI RI, M. Aji Surya, didampingi Satgas Covid-19 KBRI Kairo turut menyerahkan bantuan paket berisi beras, tuna kaleng, corned beef, sardines, minyak goreng, mi instan, gula, susu, teh, madu , yang disiapkan oleh Lulu Hypermarts Egypt untuk menjamin kualitas bantuan logistik.

Penyaluran 3.000 paket bantuan dilakukan bertahap sejak 28 November 2020. Bantuan diserahkan kepada ketua PPMI dan ketua-ketua kekeluargaan nusantara yang kemudian akan disalurkan kepada para penerima yang telah terdaftar.

“Bantuan logistik kali ini disalurkan pada saat Mesir diindikasikan telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19 dan bertepatan dengan mulainya musim dingin,” kata KUAI KBRI Cairo, M. Aji Surya, seperti dilansir kemlu.go.id.

Baca Juga  Satgas Toilet Indonesia

“Diharapkan bantuan ini dapat meringankan para mahasiswa Indonesia yang secara ekonomi masih terdampak pandemi Covid-19,” tambah M. Aji Surya.

KUAI KBRI Cairo juga menghimbau masyarakat Indonesia agar terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menteri Kesehatan dan Populasi Mesir pada 24 November 2020 menjelaskan,   Mesir mulai mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah Mesir akan mulai menerapkan beberapa langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak gelombang kedua tersebut.

Baca Juga  Lapar? Anda Bohong, Catatan AR Loebis

Mesir mengalami penurunan sejak awal Agustus hingga di bawah angka 200 kasus per harinya, namun pada akhir November 2020, angka kasus mengalami kenaikan hingga di atas 300 kasus per harinya.

Jumlah kasus baru Covid-19 pada 30 November 2020 tercatat sebanyak 370 kasus dengan korban meninggal sejumlah 15 orang.

Tidak ada WNI yang terinfeksi Covid-19, setelah sejumlah 15 WNI yang pernah terinfeksi Covid-19 telah dinyatakan sembuh seluruhnya.​  (arl)

News Feed