oleh

Orang Asing di Kuningan Terus Dipantau

JAKARTA (Kuningan) – Wakil Bupati Kuningan, H M Ridho Suganda mengatakan keberadaan orang asing yang melakukan beragam kegiatan di Kabupaten Kuningan perlu mendapat perhatian semua pihak. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

“Tapi mengawasinya jangan terlalu aktif, yang menimbulkan mereka tidak betah ditempat kita. Kita harus tetap menjadi tuan rumah yang baik dan ramah, tetapi juga tetap harus memantau mereka, terutama saat pandemi Covid-19 sekarang ini,”jelas Ridho, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di Kantor Setda Kuningan, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, Kuningan sebagai kabupaten wisata telah menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung, ditambah adanya perusahaan dengan pekerja warga negara asing.

“Saya atas nama pemerintah daerah mengapresiasi diselenggarakannya Rakor ini. Semoga, ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas SDM yang baik terhadap penegakan kedaulatan negara melalui penegakan hukum dan pengawasan orang asing, terutama diwilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon,”harapnya

Baca Juga  Hidangan Bakso Di Atas Hot Plate

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Kartana menuturkan rakor Tim Pora dapat meningkatkan sinergitas antara berbagai instansi pemerintah yang terkait dengan permasalahan dan pengawasan orang asing. “Sinergitas ini akan tercapai jika masing-masing instansi aktif mengambil peran dalam kegiatan pengawasan orang asing yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing, dan aktif berupaya meningkatkan intensitas komunikasi dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan di lapangan,”tukasnya.

Baca Juga  Badan POM Pastikan 133 Obat Sirop Tidak Gunakan Empat Pelarut

Kartana menambahkan tujuan pelaksanaan rakor adalah dalam rangka pembahasan dan penguatan Tim Pora Kabupaten Kuningan terkait pengawasan orang asing dan isu-isu aktual terkait orang asing yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Jadi untuk keberadaan orang asing di Kabupaten Kuningan terdapat 24 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang sebagai TKA, 1 orang santri, dan 13 orang penggabungan keluarga,”paparnya. (Dien)

News Feed