oleh

Bagus, Pelayanan Umrah di Saudi

Jamaah saat melakukan umrah pada November 2020.(Foto Reuters/Arab News)

JAKARTA – (Makkah) Pihak berwenang Saudi sangat memperhatikan gelombang pertama jamaah Umrah Indonesia yang tiba pada minggu pertama November. Demikian diakui Joko Asmoru dari Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Muslim Indonesia. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

Joko menyampaikan pujiaanya atas upaya Saudi dalam pertemuan Badan Pengelola Dana Haji Indonesia dan Marwan Abbas Shaban, wakil ketua dewan direksi Kamar Dagang dan Industri Makkah, baru-baru ini.

Baca Juga  Jokowi Lantik Kepala dan Wakil Kepala IKN

Mazen Dirar, seorang anggota dewan, dan beberapa anggota komunitas bisnis Saudi hadir selama pertemuan tersebut untuk membahas peluang investasi yang tersedia di sektor Haji dan Umrah Kerajaan.

Sementara Shaban mengatakan operasi umrah dilakukan dalam keadaan luar biasa karena wabah penyakit coronavirus (COVID-19). Dia menyadari potensi investor Indonesia untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ditawarkan Kerajaan.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan lokakarya untuk mengeksplorasi lebih banyak peluang di sektor Haji dan Umrah Saudi dan menemukan cara baru untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Bidang utama yang diidentifikasi untuk investasi termasuk akomodasi, katering, transportasi, penerbangan, dan layanan lain yang terkait dengan peziarah.

Baca Juga  Vaksinasi Massal Covid-19 Bagaikan Reuni Akbar Insan Pers

Darar mengatakan pertemuan itu membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dan meningkatkan hubungan bisnis. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan lokakarya untuk mengeksplorasi lebih banyak peluang di sektor Haji dan Umrah Saudi dan menemukan cara baru untuk meningkatkan perdagangan bilateral.

Dr. Houriya El-Islamy, anggota delegasi Indonesia dan ketua badan investasi, mengatakan negaranya sedang mencari potensi investasi di Kerajaan. Dia mengatakan, karena banyaknya permintaan dari warganya untuk menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahun, maka secara alami Jakarta cenderung berinvestasi di Arab Saudi.

Baca Juga  Menkes: Peningkatan Kasus Covid Masih Terkendali

Bidang utama, yang membutuhkan investasi, adalah akomodasi, katering, transportasi, penerbangan, dan layanan lain yang terkait dengan jemaah, kata El-Islamy. Dia mengatakan pengembalian investasi ini akan membantu pihak berwenang Indonesia melayani jamaah dengan cara yang lebih baik.***Sumber Arab News, Google.(edy)

News Feed