oleh

11 Wilayah Berpotensi Tanah Bergerak Dipetakan BPBD DKI

Siberindo.co (Jakarta)  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan 11 wilayah berpotensi mengalami tanah bergerak sehingga perlu diantisipasi saat musim hujan. Seperti dilaporkan mimbarrakyat.com grup siberindo.co

“Wilayah dengan potensi tanah gerak itu berada di zona menengah hingga tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Iswana Adji di Jakarta, Rabu.

Sebanyak 11 wilayah itu, katanya, tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Di wilayah Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

Baca Juga  Ada Aturannya Bila Mau Ganti Aparat Desa

Kemudian di Jakarta Timur meliputi wilayah Kecamatan Cipayung, Kramatjati dan Pasar Rebo.

Pemetaan itu berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pada Zona Menengah, kata dia seperti dilansir antaranews, dapat terjadi tanah gerak jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Baca Juga  BPOM Ingatkan Bahaya Bahan Kimia di 1094 Obat Tradisional dan Suplemen

Sementara itu, kata dia, pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif  kembali.

Untuk itu, BPBD DKI mengimbau kepada lurah, camat dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi tanah gerak pada saat curah hujan di atas normal.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah DKI Jakarta sudah mulai memasuki musim hujan Oktober 2022.

Baca Juga  Doni Tata Ajak Masyarakat Semarakkan MotoGP Mandalika

Adapun puncak musim hujan diperkirakan terjadi ada periode Januari – Februari 2023.

Pergerakan tanah itu perlu diantisipasi terutama saat musim hujan terkait potensi tanah longsor di sejumlah titik di DKI Jakarta.  (him)

News Feed