oleh

Tebing Tinggi Siap Tangani Vaksin Covid

TebingTinggi Siapkan Lokasi Tempat Vaksin.

JAKARTA – (Tebing Tinggi)  Kota TebingTinggi mempersiapkan tempat penyimpanan vaksin sesuai SOP yang ditentukan, karena vaksin Covid 19 itu sudah tiba di Medan. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

Walikota TebingTinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan menjelaskan hal itu saat meninjau persiapan tempat lokasi penyimpanan vaksin Covid-19 di ruangan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan, Jalan Gunung Leuser, Kota TebingTinggi, Jumat.

Baca Juga  Atlet Tembak Bekasi Sumbang 3 Emas PON Bagi Jabar

Walikota mengatakan, Kota TebingTinggi mempersiapkan tempat penyimpanan vaksin dalam satu pintu, dan tepatnya di Dinas Kesehatan.

Menurutnya, tempat penyimpanan ini harus aman dan tetap menjaga standar prosedur tentang penyimpanan vaksin sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Terkait jumlah berapa banyak dan nama vaksin tersebut, Umar mengaku belum mengetahuinya.

“Sampai saat ini Pemerintah Kota Tebing Tinggi belum menerima kuota jumlahnya dan masih menunggu konfirmasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kapan dan berapa yang mau dikirim,” katanya.

Baca Juga  Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Serahkan Bansos Korban Bencana di Tiga Wilayah

Kepala Dinas Kesehatan Kota TebingTinggi, dr Nanang Fitra Aulia menjelaskan, orang yang akan mendapatkan vaksin adalah sesuai dengan yang ditentukan oleh Pemerintah.

Pertama, tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dan selanjutnya orang yang terlibat langsung dalam percepatan penanganan Covid-19, katanya.

“Vaksin ini harus benar-benar dipantau setiap hari, kelembaban lantai dan tempat box spesial penyimpanan vaksin harus menggunakan suhu dua derajat celsius hingga delapan derajat celsius.

Baca Juga  SMSI Kepri SK-kan Pengurus SMSI, Batam, Bintan, Lingga dan Natuna

Apabila suhunya lebih dari angka tersebut, maka vaksin tidak sesuai dengan standar lagi,” jelasnya.

Sampai saat ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di TebingTinggi hingga 8 Januari 2021 sebanyak 21 orang,  kasus meninggal 12 orang, kasus suspek 22 orang, sembuh sebanyak 175 orang dan habis masa pantau selama 14 hari sebanyak 2.257 orang.  (al/arl)

News Feed