Siberindo.co (Jakarta) – lndonesian Hypnosis Centre (IHC) melangkah lebih maju lagi di bidang pendidikan.
Pencetak praktisi hipnoterapi di Indonesia ini membekali anggotanya yg sebagian merupakan master hipnosis untuk mendalami ilmu psikologi secara formal. Mereka akan kuliah pada program studi S-1 Psikologi.
“Dengan demikian ketika melayani masyarakat benar benar faham masalah psikologi yang terkait pasien,” kata Direktur IHC Ir Avifi Arka MM CHt Cl, Jumat petang.
IHC sebagai lembaga yang terdaftar di Kemendikbud melalui langkah di bidang pendidikan itu sekaligus mendukung Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang diusung pemerintah.
Terdaftar 120 Hipnoterapi,
Didominasi S-1, Bahkan S-3
Avifi yg meraih gelar insinyur kimia mengungkapkan, sebanyak 120 praktisi hipnoterapi sudah terdaftar sebagai mahasiswa baru (Maba) Fakultas Psikologi di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.
Perkuliahan akan dimulai Senin (19/9) pekan. Kampus ini menyandang Akreditasi B BAN-PT.
Praktisi hipnoterapi yang mengikuti perkuliahan didominasi oleh mereka yang sudah memiliki background pendidikan S-1, bahkan S3. Sehingga kampus akan menggunakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau Recognition of Prior Learning (RPL). Yakni proses pengakuan atas capaian pembelajaran sebelumnya.
Layanan Hipnoterapi
Banyak Dimanfaatkan
Layanan hipnoterapi sudah banyak dimanfaatkan masyarakat.
Hipnoterapi adalah terapi dengan menggunakan metode hipnotis.
Hipnotis adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Dalam literatur barat hipnotis disebut “hypnosis” atau “hypnotism”.
Hipnoterapi diyakini bisa membantu menyelesaikan masalah pasien yang terkait dengan pikiran, perasaan dan prilaku. Di antaranya stress, kecemasan, kecanduan, gagap, latah, trauma, masalah psikis dan psikosomatis lainnya.
IHC pada gelaran Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) berupa
seminar dan hipnoterapi massal.
Warga merasa terbantu dengan kegiatan itu, terutama mereka yg terdampak Covid. (**)










