Keterangan foto – Ruang pamer kerajinan tangan Indonesia dibuka resmi KBRI Kairo, Rabu lalu. (dok.kbrikairo)
Mimbar-Rakyat.com (Kairo) – Dalam kondisi pandemi ini, permintaan akan produk kerajinan tangan Indonesia masih tetap tinggi dan berpeluang besar di pasar Kairo.
Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Kairo, M. Aji Surya mengungkapkan hal itu ketika membuka showroom Indonesia pada pameran kerajinan, Rabu lalu, seperti diberitakan mimbar-rakyat.com, anggota grup media siberindo.co.
“Selain permintaan akan produk makanan dan minuman, permintaan barang kerajinan tangan Indonesia pun tetap bertahan dan meningkat. Selain itu, kita juga masih menerima beberapa kunjungan para calon pembeli yang mencari produk unggulan Indonesia,” kata Aji Surya.
Produk kerajinan tangan buatan Indonesia mencuri perhatian masyarakat lokal dan wisatawan yang berlibur di Mesir. Produk kerajinan tangan Indonesia yang dipamerkan itu di antaranya berasal dari Lombok, Bali, Jepara dan daerah lain di Indonesia.
“Para pedagang kerajinan Mesir membeli produk Indonesia yang ada di show room Ahram Foundation, lalu dijual kembali di berbagai objek wisata yang ada di Mesir, di antaranya di Sharm Sheikh, Hurghada, Alexandria dan lainnya,” kata Mohamed Gabr, yang sudah sekitar 20 tahun berbisnis dengan Indonesia, seperti dilansir kemlu.org.id.
Mohamed Gabr adalah salah satu pelaku usaha Mesir, yang juga direktur Ahram Foundation. Ia bersama temannya Samir Saleh Abdel Meguid, wakil direktur Ahram Foundation, membuka show room kerajinan tangan Asia Tenggara di Distrik Maadi, kota Kairo.
Satu hal yang membanggakan adalah lebih dari 80% koleksi kerajinan tangan yang dipamerkan di showroom pameran yang sedang berlangsung itu, mayoritas buatan Indonesia.
Aji Surya menambahkan, Mohamed Gabr adalah pelaku usaha yang bukan saja berani tapi juga cerdas melihat peluang pasar produk kerajinan tangan Indonesia.
“Bila pandemi berakhir, Mohamed Gabr akan menjadi pelaku usaha paling siap menerima para wisatawan mancanegara. Tentunya dalam pandemi ini banyak penurunan ekspor tapi dalam lima tahun terakhir ada kenaikan 15% untuk produk kerajinan tangan dari Indonesia,” jelas Aji Surya. (arl)








