oleh

Lagi, Bayi Dibuang di Kuningan

Masyarakat berduyun-duyun menyaksikan mayat bayi yang kakinya dimakan biawak di tepi kali. (dien)

JAKARTA – (Kuningan) Kasus pembuangan bayi di Kabupaten Kuningan sudah terjadi dua kali, pertama di Desa Cantilan, Kecamatan Salajambe, dan kedua Senin lalu di aliran Sungai Ciporang, Desa Pajawanlor Kecamatan Ciawigebang. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

“Masih dalam penyelidikan dan masih dicari identitas orang tua dari mayat bayi yang ditemukan kemarin,” kata Kasatreskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya, Selasa.

Baca Juga  Kembangkan SDM Digital, Menkominfo Dorong Keterlibatan Aktif Pemda

Danu memastikan apabila kedua orang tua dari bayi yang dibuang dengan kondisi mengenaskan itu tertangkap, pihaknya akan segera mengekspos.

“Penemuan mayat bayi tahun ini ada dua, itu keduanya masih ada tali pusar, dugaan bayi tersebut baru lahir dibuang. Sampai sekarang orang tuanya belum ditemukan, kalau sudah pasti langsung diekspos,” katanya.

Sebelumnya diberitakan warga Desa Pajawanlor menemukan mayat bayi yang mengambang di aliran Sungai Ciporang, dengan kondisi membiru, kulit mengelupas, kaki kirinya terputus dimaka kawanan biawak.

Baca Juga  Reporter TVRI Aceh Saiful Bahri Meninggal Dunia

Aktivis gerakan perempuan, Lenny, mengatakan, penanganan kasus itu harus serius, agar tidak menjadi kekhawatiran dan meminimalisir tindak krimininal terutama terhadap anak.

“Ini perlu adanya penanganan dan advokasi khususnya untuk korban-korban anak, jangan sampai hanya menjadi dongeng saja, apalagi Kuningan sebagai kabupaten agamis,” katanya.

Ia sangat prihatin dengan adanya kejadian yang sama dan terjadi sudah dua kali.

Baca Juga  Walikota Ajak Partisipasi Mahasiswa

“Saya sangat miris dengan kasus ini. Ini terjadi berulangkali. Dalam menuju kabupaten ramah anak, bukan berarti nol kasus, namun kenapa kasusnya selalu berulang,” katanya.

“Berarti kan ada degradasi moral yang terjadi dan ini harus ada penanganan serius oleh semua pihak, bukan hanya seremonial saja, atau pencitraan, tapi harus serius dituntaskan,” katanya.  (dien/arl)

News Feed