oleh

AS Serang Otak Bom Bunuh Diri Yang Tewaskan 200 Orang

Serangan pesawat tak berawak AS menargetkan ‘perencana’ bom bunuh diri, kelompok Daesh-Khorasan, di Afghanistan.(Foto: AFP/Arab News)

JAKARTA (Washington) – Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melakukan serangan dengan pesawat tak berawak terhadap  kelompok “perencana” pemboman bunuh diri mematikan di bandara Kabul, Daesh-Khorasan. Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co

“Serangan udara tak berawak terjadi di Provinsi Nangarhar Afghanistan. Indikasi awal adalah kami membunuh target,” kata Kapten Bill Urban dari Komando Pusat, Jumat waktu setempat atau Sabtu (28/8) WIB.

Baca Juga  Kemenag Fokus Persiapan Haji 1443 H

“Kami tahu tidak ada korban sipil,” terkait serangan AS pertama yang dilaporkan sejak serangan bom bunuh diri di bandara Kabul. Demikian dikutip dari Arab News.

Serangan terhadap kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri itu

diluncurkan dari luar Afghanistan, saat pengangkutan udara para pengungsi dari bandara Kabul berlanjut di bawah pengamanan yang sangat ketat setelah serangan bom buuh diri hari Kamis.

Baca Juga  Bupati Kuningan Tambah Ruang Isolasi Setelah Jadi Zona Merah

Sedikitnya 78 orang tewas, termasuk 13 tentara AS, ketika seorang penyerang bunuh diri meledakkan bom di kerumunan padat di depan Gerbang Abbey bandara. Beberapa media melaporkan bahwa korban jiwa berjumlah hampir 200 orang.

Para pejabat AS mengatakan orang-orang bersenjata melepaskan tembakan setelah ledakan, menambah pembantaian. Serangan itu dilakukan oleh kelompok ISIS di Afghanistan.

Menyusul serangan itu, Presiden AS Joe Biden bersumpah akan membalas. “Kepada mereka yang melakukan serangan ini serta siapa pun yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar,” kata Biden, Kamis.

Baca Juga  PM Vietnam Tiba di Indonesia

Pada Jumat sore juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan mereka yakin kelompok itu berencana untuk melakukan serangan udara lagi. “Kami masih percaya ada ancaman yang kredibel… spesifik, ancaman yang kredibel,” katanya.***(edy)

News Feed