oleh

Penyebab Kematian di Waduk Dharma

JAKARTA (Kuningan) – Menanggapi fenomena kematian puluhan ton ikan di Waduk Darma, pekan lalu, Guru SMK Negeri 1 Kuningan jurusan perikanan, Sumadi, mengkhawatirkan hal itu dapat memberikan dampak buruk bagi petani atau nelayan yang membudidayakan ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co.

“Sebab hal itu sudah terjadi selama bertahun – tahun & belum ada penanganan serius dari pihak manapun, dan ini akan ada dampak buruk bagi pembudidaya ikan,” terang Sumadi, Senin (21/6/2021).

Menurutnya ada dua faktor yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi, yakni kebijakan dari pihak – pihak terkait seperti BBWS & Pemda setempat yang berkaitan langsung dengan pengelolaan Waduk Darma. “Kemudian yang kedua tidak adanya bimbingan teknis secara langsung terhadap para pembudidaya ikan di KJA Waduk Darma,”ujarnya.

Sumadi menyarankan beberapa solusi ringan yang bisa diterapkan di KJA seperti penggantian jenis pakan dari pakan tenggelam ke pakan terapung. “Selanjutnya dengan penyedotan dasar waduk untuk mengurangi zat NH3 ketika terjadi up welling yang diakibatkan dari endapan sisa pakan & feses ikan itu sendiri,”tambahnya.

Baca Juga  Penderita ISPA di Bekasi Terus Berkurang

Dan selanjutnya pengurangan jumlah KJA yang berlebihan merupakan salah satu solusi untuk menjaga kwalitas air Waduk Darma. “Saya harap ada kebijakan & tindakan yang serius dari semua pihak termasuk masyarakat setempat untuk pengelolaan air di Waduk Darma sehingga kualitasnya tetap terjaga dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setempat,”harap Sumadi.

Baca Juga  Lagi, Ketua DPRD Dilaporkan

Sumadi pun memberikan semangat bagi pembudidaya ikan KJA, dan bisa menjadikan hikmah dan pelajaran kejadian yang memilukan itu. “Tetap semangat bagi seluruh pembudidaya ikan KJA, semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan bagi kita semua,”tutupnya. (Dien)

News Feed