oleh

Delapan Kelurahan di Bontang Terendam Banjir

BPBD Kota Bontang melakukan evakuasi warga terdampak Banjir di Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (25/4). (Foto : BPBD Kota Bontang)

 

Siberindo.co (Bontang) – Banjir melanda delapan kelurahan di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Hingga kini pendataan masih terus dilakukan, data sementara terdapat 1.992 KK/6.425 jiwa terdampak banjir, sebagian diantaranya mengungsi ke Kantor Kelurahan Gunung Elai dan ke rumah kerabat yang lebih aman. Seperti dilaporkan mimbar rakyat.com grup siberindo.co

Baca Juga  PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang Sampai 14 Februari

Banjir terjadi pascahujan pada Senin (25/4) dengan intensitas tinggi pada pukul 14.30 WIB.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melaporkan, hingga Selasa (26/4) tercatat 1.992 unit rumah di delapan kelurahan terdampak Banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 50 sampai 100 sentimeter.

Adapun delapan kelurahan tersebut meliputi; Kelurahan Guntung, Kelurahan Api-Api dan Kelurahan Gunung Elai di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Kemudian wilayah Kecamatan Bontang Barat dengan Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan yang mengalami banjir. Selanjutnya Kelurahan Satimpo, Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Kelurahan Tanjung Laut di wilayah Kecamatan Bontang Selatan.

Website resmi BNPB, bnpb.go.id melaporkan,  pada saat kejadian, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Kota Bontang, TNI/Polri dan pemerintah daerah serta relawan setempat menuju ke lokasi terdampak, untuk melakukan penanganan bencana, evakuasi, pendataan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa makanan dan minuman, BPBD Kota Bontang telah mendirikan pos dapur umum di Kelurahan Gunung Telihan.

Baca Juga  Jokowi Resmikan Bandara Trunojoyo Sumenep

Berdasarkan kajian analis risiko Banjir pada InaRISK BNPB, Kota Bontang berada pada kategori dengan risiko sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan rutin memeriksa drainase, saluran air dan sungai agar terbebas dari tumpukan material penghambat laju air.***(edy)

 

News Feed